Postingan

Menampilkan postingan dengan label Adat dan Budaya Pakpak

Pelleng : Makanan Khas Suku Pakpak

Gambar
Pelleng: Masakan Khas Pakpak yang Sarat Makna Pelleng adalah salah satu masakan khas dari suku Pakpak, yang merupakan bagian dari masyarakat Batak di Sumatera Utara. Masakan ini memiliki nilai budaya dan tradisi yang sangat kental, karena tidak hanya sebagai makanan sehari-hari tetapi juga sering disajikan dalam berbagai acara adat dan ritual penting. Ciri Khas Pelleng Pelleng berbentuk nasi yang dimasak dengan berbagai rempah, menghasilkan rasa yang kaya dan khas. Rasa utama dari pelleng adalah pedas dan gurih, karena bumbunya terdiri dari campuran cabai, jahe, kunyit, dan rempah-rempah lainnya yang dihaluskan. Bumbu ini kemudian dicampurkan ke dalam nasi yang masih panas sehingga aromanya menggugah selera. Biasanya, pelleng disajikan dengan lauk seperti ayam kampung, ikan mas, atau daging sapi yang dimasak dengan bumbu khas Pakpak. Salah satu lauk pelengkap yang sering digunakan adalah sambal asam cikala, sambal khas Pakpak yang menggunakan buah cikala (kecombrang) se...

PERTAKI & PEMIMPIN TRADISIONAL PAKPAK

Gambar
Sebelum dibentuknya birokrasi modern oleh pemerintah Kolonial Belanda, masyarakat Pakpak telah memiliki struktur pemerintahan tradisional, yang terdiri atas 3 strata, yakni:  1. Takal Aur, yang merupakan pemimpin satu suak atau beberapa marga  2. Pertaki yakni pemimpin satu kuta atau satu kampung 3. Sulang Silima yang berperan sebagai dewan yang membantu pertaki pada setiap kuta. ​ Badan pengurus desa terdiri dari pejabat tinggi itu adalah sebagai berikut:  ​ 1. Pertaki atau perisang-isang (yang paling tua) 2. Pertoelan tengah; (penengah) 3. Perekure-ekur (yang paling muda)  4. Anak beroe atau perbeteken. (marga lain yang mengambil perempuan dari marga tanoh)  Pertaki mempunyai peranan yang sangat luas seperti pepatah mengatakan “Bana bilalang Bana biruru, Bana ulubang bana guru” mempunyai kelebihan sebagai Panglima Perang, Raja Adat dan sebagai Guru yang menjadi suri teladan serta panutan bagi masyarakatnya. Sayang, struktur pemerintahan tradisio...